Sunday, August 14, 2016

NILAI ULANGAN HARIAN I FISIKA

Sebagai bahan evaluasi, berikut ini daftar nilai ulangan harian pertama mata pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang T.P 2016/2017:

Kelas XI IPA, Materi Fisika : Kinematika dengan Analisis Vektor
[Download] Nilai Fisika XI IPA 1
[Download] Nilai Fisika XI IPA 2

Kelas XII IPA, Materi Fisika : Gelombang
[Download] Nilai Fisika XII IPA 1
[Download] Nilai Fisika XII IPA 2

Remedial:
[Download] XI IPA Materi Kinematika dengan Analisis Vektor
[Download] XII IPA Materi Gelombang

Wednesday, August 10, 2016

KEISOMERAN

Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi yang berbeda. Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan, sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul.

Keisomeran terjadi karena perbedaan struktur rangka, jenis, dan posisi gugus fungsi, atau struktur ruang senyawa-senyawa karbon yang mempunyai rumus molekul sama. Senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama disebut isomer. Contohnya; Etil alkohol atau etanol adalah isomer dengan dimetil eter; keduanya mempunyai rumus molekul C2H6O.
Etanol
Etanol
dimetil eter
Keisomeran dapat berupa kisomeran struktur atau keisomeran ruang. Keisomeran struktur adalah keisomeran karena perbedaan struktur, yaitu perbedaan dalam hal apa mengikat apa; sedangkan keisomeran ruang disebabkan perbendaan susunan ruang (konfigurasi) atom-atom dalam molekul.
Senyawa-senyawa yang berisomer ruang mempunyai struktur yang sama. Keisomeran struktur dapat pula dibedakan atas keisomeran kerangka, keisomeran posisi, dan gugus fungsi; sedangkan keisomeran ruang dapat dibedakan atas keisomeran geometris dan keisomeran optis. Dengan demikian, keisomeran dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, seperti berikut ini.

Keisomeran struktur

  • Keisomeran kerangka
  • Keisomeran posisi
  • Keisomeran fungsional

Keisomeran Ruang

  • Keisomeran geometris
  • Keisomeran optis

Keisomeran Kerangka

Keisomeran kerangka terjadi karena perbedaan cara atom-atom karbon tersusun dalam senyawa-senyawa karbon yang berumus molekul sama. Keisomeran pada alkana adalah keisomeran kerangka. Telah dipelajari bahwa keisomeran pada alkana mulai terdapat pada butana yang mempunyai dua isomer, yaitu butana dan isobutana. Atom-atom karbon pada n-butana (normal buana) membentuk rantai lurus, sedangkan pada isobutana membentuk rantai bercabang.
Keisomeran Kerangka

Keisomeran Posisi

Keisomeran posisi terdapat pada senyawa bergugus fungsi. Keisomeran posisi terjadi karena perbedaan posisi gugus fungsi pada rantai atom karbon dalam senyawa-senyawa karbon yang berumus molekul dan gugus fungsi sama. Misalnya pada propanol yang mempunyai dua isomer, yaitu 1-propanol dan 2-propanol.
1-propanol dan 2-propanol
Jika atom karbon penyusun senyawa cukup banyak, pada senyawa yang bergugus fungsi mungkin juga terdapat keisomeran rangka.

Keisomeran Fungsi

Keisomeran fungsi terjadi karena perbedaan jenis gugus fungsi dalam molekul-molekul senyawa karbon yang berumus molekul sama. Di artikel sebelumnya telah dipelajari 4 pasangan homolog yang berisomer fungsi sebagai berikut.
  • Alkuna berisomer fungsi dengan alkadiena, rumus umumnya CnH2n-2.
  • Alkohol berisomer fungsi dengan eter, rumus umumnya CnH2n+2
  • Aldehid berisomer fungsi dengan keton, rumus umumnya CnH2n
  • Asam karboksilat berisomer fungsi dengan ester, rumus umumnya CnH2nO2.
Contoh :
Senyawa C3H4 dapat berupa alkadiena atau alkuna.
CH2 = C = CH2                           CH3 – C ≡ CH
Propadiena                                    Propuna

Keisomeran Geometris

Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang berikatan rangkap. Keisomeran geometris terjadi karena perbedaan kedudukan gugus-gugus yang sejenis di sekitar ikatan rangkap (C=C). Jika gugus-gugus yang sama berada pada sisi yang sama (sepihak) disebut cis jika berseberangan disebut trans. Seperti contoh berikut ini.
Contoh:
Dikenal dua jenis 2-butena; yang satu disebut cis-2-butena, mempunyai titik didih 3,7°C; yang lain disebut trans-2-butena, mempunyai titik didih 0,9°C Keduanya mempunyai struktur yang sama, tetapi orientasi (susunan ruang) atom-atomnya berbeda.
Keisomeran Geometris
Atom karbon yang berikatan rangkap tidak dapat berputar satu terhadap yang lain. Oleh karena itu, bentuk cis-2-butena tidak dapat di ubah menjadi bentuk trans-2 butena tanpa pemutusan ikatan. Apakah kedua bentuk butana berikut merupakan bentuk cis dan trans?
Atom karbon yang berikatan tunggal dapat berputar satu terhadap yang lainnya. Oleh karena itu, kedua bentuk butana di atas adalah sama. Bentuk (1) dapat diubah menjadi bentuk (2) tanpa pemutusan ikatan. Jadi, kedua bentuk itu bukanlah merupakan isomer. Perbedaan bentuk karena perputaran ikatan tunggal seperti pada butana yang digambarkan di atas disebut konformasi. Untuk lebih memahami keisomeran geometris pergunakanlah molimod.
Tidak semua senyawa yang berikatan karbon-karbon rangkap (C=C) mempunyai keisomeran geometris. Kedua atom karbon yang berikatan rangkap itu masing-masing harus mengikat dua gugus yang berbeda. Sehingga, jika gugus-gugus yang terikat pada satu atom karbon dipertukarkan tempatnya, bentuknya menjadi berbeda.
Cis Trans 2-butena

Keisomeran Optis

Senyawa yang dapat memutarkan bidang polarisasi (bidang cahaya terkutub) disebut bersifat optis aktif. Cahaya terpolarisasi (cahaya terkutub) adalah cahaya yang bergetar pada satu bidang saja. Bidang getar itu disebut bidang polarisasi atau bidang cahaya terkutub. Cahaya biasa bergetar ke semua arah, tegak lurus pada arah rambat cahaya.
Berkaitan dengan sifat optis, dikenal pula keisomeran optis. Satu contoh senyawa karbon yang bersifat optis yaitu asam laktat. Pada kenyataannya dikenal dua jenis asam laktat, yaitu yang memutar bidang polarisasi 3,8° ke kanan dan satu lagi memutar 3,8° ke kiri. Jadi, asam laktat mempunyai dua isomer optis. Bagaimanakah keisomeran optis ini terjadi? Menurut Lebel dan vant Hoff, keisomeran optis disebabkan adanya atom C asimetris dalam molekul, yaitu atom C yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Jika diperhatikan, atom C nomor 2 dari asam laktat bersifat asimetris karena terikat pada 4 gugus yang berbeda, masing-masing —H, —CH3, —OH, dan —COOH.
Zat yang bersifat optis aktif memutarkan bidang polarisasi
Senyawa yang mengandung satu atom C asimetris mempunyai dua bentuk konfigurasi, yang satu merupakan bayangan cermin dari yang. lainnya. Salah satu dari bentuk itu merupakan pemutar kanan dan yang satu lagi merupakan pemutar kiri. Kedua bentuk konfigurasi dari asam laktat diberikan pada Gambar di bawah (Hal ini akan menjadi lebih nyata apabila Anda menggunakan molimod.
Atom C Asimetris

Kedua bentuk (konfigurasi) asam laktat di atas tidaklah identik walaupun mempunyai struktur yang sama. Jika kita menghimpitkan bentuk B ke atas bentuk A, maka tidak semua gugus berhimpitan dengan gugus sejenisnya. Jika gugus COOH dan H saling berhimpitan, maka gugus CH3 akan berhimpitan dengan gugus COOH.
Kedua bentuk (konfigurasi) asam laktat di atas dapat juga diibaratkan dengan kedua telapak tangan kita. Kedua telapak tangan kita merupakan bayangan cermin dari yang satu terhadap yang lain. Anggaplah bentuk A dari asam laktat di atas sama dengan telapak tangan kiri dan bentuk B sama dengan telapak tangan kanan. Himpitkanlah telapak tangan kanan ke atas telapak tangan kiri sehingga jari tengah saling berhimpitan. Apakah jari telunjuk dan kelingking saling berhimpitan?
Arah putaran yang dihasilkan oleh senyawa yang bersifat optis dinyatakan dengan awalan d (baca dekstro) atau tanda (+) untuk yang pemutar kanan, dan tanda l (baca levo) atau tanda (—) untuk pemutar kiri. Besarnya sudut putaran itu sendiri hanya dapat ditentukan melalui percobaan. Dengan demikian, kedua isomer asam laktat yang disebutkan di atas dapat ditandai sebagai d-asam laktat dan l-asam laktat. Alat untuk menentukan sudut putaran disebut polarimeter. Suatu campuran yang terdiri atas 50% zat pemutar kanan dan 50% isomernya yang pemutar kiri, sehingga campuran tidak lagi memutarkan bidang polarisasi, disebut campuran rasemat. Campuran rasemat bersifat optis tak aktif.
Makin banyak jumlah atom C asimetris dalam molekul, makin banyak pula kemungkinan konfigurasi molekulnya dan makin banyak isomer optisnya. Senyawa dengan n atom C asimetris mempunyai sebanyak-banyaknya 2n isomer optis. Jadi, senyawa yang mempunyai 2 atom C asimetris dapat mempunyai sebanyak-banyaknya 22 (= 4) isomer optis; yang mempunyai 3 atom C asimetris dapat mempunyai 23 (= 8) isomer optis, dan seterusnya.
Dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Untuk contoh di atas, (I) dan (II) adalah enansiomer begitu pula (III) dan (IV) Isomer-isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Bentuk (I) dan (III), atau bentuk (II) dan (IV) adalah diastereoisomer.

HIDROKARBON

Atom karbon mempunyai sifat khas yang memungkinkan atom karbon dapat berikatan dengan atom karbon lainnya dan atom H, membentuk senyawa hidrokarbon. Kekhasannya sebagai berikut:
1. Karbon memiliki 4 elektron valensi
Karbon memiliki 4 elektron valensi seperti golongannya, sehingga karbon mampu membentuk 4 ikatan kovalen tunggal. unsur dari golongan lain tidak ada yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak itu kecuali konfigurasinya melenihi oktet.

2. Jari-jari atom relatif kecil
Atom karbon hanya memiliki 2 kulit atom sehingga jari-jarinya relatif kecil. Hal ini menyebabkan sebagai berikut:
a. Ikatan kovalen yang dibentuk karbon relatif kuat.
b. Karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga.

Hidrokarbon adalah senyawa organik yang terbuat tidak lebih dari karbon dan hidrogen. Hal ini dimungkinkan untuk berikatan dua atau tiga yang dibentuk antara atom karbon, dan bahkan untuk struktur yang  terbentuk seperti cincin.
Hidrokarbon jenuh memiliki banyak atom hidrogen yang mungkin melekat pada setiap karbon. Untuk karbon di ujung rantai molekul, tiga dapat dipasang. Untuk karbon di tengah rantai atau cincin, dua dapat menempel. Untuk sebuah atom karbon dengan sendirinya, empat atom hidrogen dapat melekat. Hidrokarbon jenuh hanya memiliki ikatan tunggal antara atom karbon yang berdekatan. Hidrokarbon tak jenuh memiliki ikatan ganda dan / atau tiga antara beberapa atom karbon.

Hidrokarbon alifatik

Hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrogen dan karbon yang tidak mengandung cincin benzena. (Kita akan membahas senyawa dengan cincin benzena kemudian dalam artikel lain.) Hidrokarbon alifatik cenderung mudah terbakar. Ada beberapa jenis hidrokarbon alifatik: alkana, alkena, alkuna dan alkenynes.

Alkana dan Sikloalkana

Alkana bersifat linear atau senyawa bercabang yang terbuat dari berbagai jumlah atom karbon yang semuanya jenuh dengan atom hidrogen. Rumus untuk alkana adalah CnH (2n +2). Ini berarti bahwa jumlah atom hidrogen sama dengan dua kali jumlah atom karbon, ditambah 2.

alkana
alkana
Metana adalah hidrokarbon yang mungkin paling sederhana. Hal ini dilepaskan sebagai gas dari tubuh yang membusuk dan dari saluran usus dari banyak hewan. Rumus kimianya adalah CH4. Sebuah gugus metil, dengan rumus CH3, memiliki satu ikatan bebas untuk bergabung dengan sesuatu yang lain.
Beberapa alkana lainnya merupakan etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10) dan pentana (C5H12). Masing-masing menambahkan satu karbon pada rantai. Perhatikan dalam diagram di bawah masing-masing karbon jenuh.
Sikloalkana adalah jenis alkana yang mengandung cincin karbon (tetapi bukan sebuah cincin benzen). Molekul-molekul ini masih hanya memiliki ikatan tunggal, dan dengan demikian jenuh.
Sikloalkana umumnya mirip dengan mereka para alkana, seperti siklopropana atau siklobutana, tetapi mungkin memiliki titik didih dan lebur yang lebih tinggi.

Alkena

Alkena seperti alkana, tetapi mereka memiliki setidaknya satu ikatan rangkap antara atom karbon. Rumus untuk alkena sedikit rumit, karena jumlah ikatan ganda dapat bervariasi. Alkena dengan hanya satu ikatan rangkap memiliki rumus CnH (2n). Setiap ikatan ganda berarti dua hidrogen berkurang dari alkana yang sesuai. Untuk setiap ikatan rangkap tambahan, kekurangan lebih banyak dua hidrogen. Alkena sederhana adalah etena, dengan rumus C2H4.
alkena
Ketika penamaan alkena, kita harus berhati-hati yang perlu diperhatikan dimana atom karbon memiliki ikatan ganda. Jika hanya ada satu ikatan rangkap, kemudian menempatkan jumlah karbon di depan nama. Sebagai contoh, jika karbon kedua pada pentene memiliki ikatan ganda, kemudian nama itu 2 pentena. Jika karbon ketiga memiliki ikatan ganda, beri nama 3 pentena.
Namun, jika ada dua ikatan ganda, itu akan memiliki nama seperti 2,4 pentadiena. Jika ada tiga ikatan ganda dalam oktena (8 atom karbon), itu akan memiliki nama seperti 1,3,5 oktatriena. Empat ikatan ganda akan berakhiran ‘-tetraena,’ seperti dalam 1,3,5,7 oktatetraena.

Alkuna

Alkuna memiliki setidaknya satu ikatan rangkap tiga antara atom karbon. Alkenyne memiliki ikatan baik dua dan tiga.

alkuna
alkuna
Rumus untuk alkuna adalah variabel juga. Sebuah alkuna dengan hanya satu ikatan rangkap tiga memiliki rumus CnH (2n-2). Setiap tiga ikatan berarti dua hidrogen berkurang dari alkana yang sesuai. Untuk setiap ikatan rangkap ekstra, berkurang empat hidrogen lebih banyak. Alkuna mengikuti aturan penamaan mirip dengan alkena.

Hidrokarbon aromatik (Arena)

Hidrokarbon aromatik, atau Arena, adalah mereka yang memiliki setidaknya satu cincin benzena di dalamnya. Sebuah cincin benzena adalah cincin enam atom karbon dengan tiga ikatan ganda.
Rumus untuk benzena, yang sederhana ArĂȘne dan struktur dasar untuk yang lainnya, adalah C6H6. Setiap senyawa dengan cincin benzena disebut senyawa aromatik. Ada banyak senyawa tersebut, yang cenderung bersifat karsinogen. Mereka juga cenderung memiliki bau manis bagi mereka, dengan demikian berlabel ‘aromatik.’
Agustus Kekulé menyimpulkan struktur cincin benzena pada tahun 1865. Dia kemudian mengatakan bahwa ia terinspirasi oleh mimpi dia dari ular yang menggigit ekornya sendiri. Molekul dengan struktur ini memiliki molekul cermin, sementara memiliki jumlah dan jenis molekul yang sama, sering menunjukkan sifat yang berbeda. Berbagai bentuk senyawa yang sama (rumus molekul yang sama) disebut isomer.

Sumber: http://ilmualam.net/hidrokarbon-pengertian-jenis-ikatan-contoh.html