Kelompok Ujian Praktik Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Kosgoro Penawartama Tahun Pelajaran 2013/2014:
1. [Download] Daftar kelompok dan pilihan modul Ujian Praktik Mata Pelajaran Kimia.
2. [Download] Daftar kelompok dan modul Ujian Praktik Mata Pelajaran Fisika.
Showing posts with label praktik. Show all posts
Showing posts with label praktik. Show all posts
Thursday, February 20, 2014
Sunday, February 16, 2014
PRAKTIK FISIKA: PERCOBAAN MELDE
A. Tujuan
1. Menentukan cepat rambat gelombang pada
tali.
2. Menentukan panjang gelombang yang terjadi.
3. Menentukan frekuensi gelombang pada tali
4. Menentukan hubungan antara cepat rambat gelombang
dengan panjang tali.
5. Menentukan hubungan antara cepat rambat gelombang
dengan massa beban.
B. Alat dan Bahan
1. Rangkaian Listrik AC
2. Tali
3. Vibrator (ticker timer/pengetik waktu)
4. Beban
5. Katrol
6. Power supply
7. Neraca
8. Meja
9. Mistar
C. Cara Kerja
I. Variasi Massa Beban
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Hubungkan aliran listrik dengan power
supply
3. Timbang massa tali dan massa beban dengan
menggunakan neraca
4. Ambil tali dan kaitkan ujung satu dengan
beban dan ujung lain dengan vibrator
5. Hubungkan kabel pada power supply dengan
aliran listrik AC dan ujung yang satunya pada vibrator
6. Ambil katrol dan letakkan di bagian ujung
meja salah satu sisi lalu kaitkan tali pada katrol di bagian yang di bebani
beban
7. Ukur panjang tali di mulai dari penghubung
sampai katrol (tali sisa yang di gantungi beban setelah katrol tidak di ukur)
8. Usahakan panjang tali setelah membentuk
gelombang dapat di amati dengan jelas untuk semua variasi massa
9. Tenangkan tali yang di gantungi massa
beban
10. Setelah tali sisa tenang dan beban tidak
bergerak lagi, nyalakan power supply dengan menekan tombol ON
11. Amati gelombang yang terjadi (jangan
terlalu lama karena dapat menyebabkan alat rusak, jika merasa gelombang yang
terjadi jelas dan sudah di hitung jumlah gelombang yang terbentuk cepat matikan
power supply dengan menekan tobol OFF)
12. Hitung berapa jumlah gelombang yang
terbentuk
13. Catat pada tabel pengamatan
14. Ulangi lagi dengan variasi massa beban
dengan panjang tali tetap.
Tabel I (variasi massa beban)
No.
|
Massabeban (gr)
|
n
|
×’ (cm)
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
Keterangan :
n = banyaknya gelombang
×’
= panjang gelombang
II. Variasi Panjang Tali
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Hubungkan aliran listrik dengan power
supply
3. Timbang massa tali dan massa beban dengan
menggunakan neraca
4. Ambil tali dan kaitkan ujung satu dengan
beban dan ujung lain dengan vibrator
5. Hubungkan kabel pada power supply dengan
aliran listrik AC dan ujung yang satunya pada vibrator
6. Ambil katrol dan letakkan di bagian ujung
meja salah satu sisi lalu kaitkan tali pada katrol di bagian yang di bebani
beban
7. Ukur panjang tali di mulai dari penghubung
sampai katrol (tali sisa yang di gantungi beban setelah katrol tidak di ukur)
8. Tenangkan tali yang di gantungi massa
beban
9. Setelah tali sisa tenang dan beban tidak
bergerak lagi, nyalakan power supply dengan menekan tombol ON
10. Amati gelombang yang terjadi (jangan
terlalu lama karena dapat menyebabkan alat rusak, jika merasa gelombang yang
terjadi jelas dan sudah di hitung cepat matikan power supply dengan menekan
tobol OFF)
11. Hitung berapa jumlah gelombang yang
terbentuk
12. Catat pada tabel pengamatan
13. Ulangi lagi dengan variasi panjang tali
dengan massa beban tetap
14. Vibrator jangan terlalu jauh dari power
supply karena aliran listrik sulit untuk mengalir (walupun kabel masih cukup)
15. Apabila ingin melakukan pengamatan dengan
panjang tali yang pendek maka selain dekatkan vibrator juga dekatkan power
supply.
Tabel II (variasi panjang tali)
No.
|
l (cm)
|
n
|
×’ (cm)
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
Keterangan :
n = banyaknya gelombang
×’
= panjang gelombang
PERCOBAAN KIMIA: SIMULASI GUNUNG API
Alat dan
Bahan :
1. Air panas
2. Soda kue
3. Cuka
4. Sabun cair (shampo/sabun cuci
piring/detergen)
5. Pewarna makanan (kalau bisa warna
merah)
6. Tepung (tanah liat)
7. Botol (Aqua ukuran kecil)
Langkah Kerja
1. Buatlah sebuah gunung yang
berbentuk kerucut dengan menggunakan botol dan adonan tepung (atau tanah liat).
Letakan botol di tengah, kemudian lapisi dengan adonan tepung. Buatlah berbetuk
kerucut seperti gunung. Usahakan ujung botol jangan tertutup oleh adonan.
Karena ujung botol akan dijadikan tempat untuk memasukkan bahan-bahan lainnya.
2. Masukan air panas kedalam botol
hingga setengahnya. Air panas digunakan karena air panas dapat mempercepat
reaksi dari pada air dingin.
3. Tambahkan sedikit sabun cair dan
soda kue kedalam botol. (soda kue = 2 sendok makan penuh )
4. Untuk membuat erupsi, tambahkan
cuka kedalam botol. Agar lebih menarik cuka atau air dapat diberi warna dengan
pewarna makanan.
5. Erupsi terjadi ketika cuka
ditambahkan kedalam botol.(boleh sambil diaduk)
Penjelasan:
Soda kue adalah sodium bikarbonat
dan cuka adalah asam lemah. Campuran kedua bahan kimia ini akan membentuk
karbon dioksida yang berbentuk gas. Karbon dioksida yang dihasilkan berusaha
untuk keluar dari botol. Dengan adanya sabun cair, maka akan terbentuk gelembung-gelembung
kecil. Sehingga erupsi yang terjadi menyerupai lava yang sebenarnya.
Gas karbon dioksida yang dihasilkan
oleh model gunung berapi ini sama dengan proses yang terjadi pada gunung berapi
yang sebenarnya. Semakin banyak karbon dioksida, semakin besar tekanannya,
semakin banyak lava, semakin besar pula erupsinya.
PERCOBAAN KIMIA: BATERAI BUAH
Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendengar "Baterai Buah"? Wah ada-ada aja
nih, masa buah dijadiin baterai dimana-mana enaknya juga dibikin rujak pasti
seger. Believe it or not kita dapat
menyalakan sebuah lampu kecil dengan menggunakan buah. Kalo begitu mari kita
langsung buat saja.
Alat dan bahan
- Kentang (disini kita pakai kentang, tapi kalian menggunakan lemon atau buah lainnya jika tertarik)
- Lampu LED (atau lampu bohlam kecil juga bisa)
- Kabel
- Penjepit buaya
- Lempengan tembaga
- Lempengan seng
- Untuk pengganti tembaga dan seng ini dapat digunakan isi dalam baterai yang biasanya berwarna hitam (batang karbon)
Cara Kerja
- Tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam kawat mentah.
- Jepitkan kabel kepada lempengan tersebut dan hubungkan dengan lampu.
- Lihat nyala lampu yang terjadi.
- Jika nyala lampu belum kelihatan, maka tambah kentang tersebut agar arus listrik yang dihasilkan bertambah besar (lihat pada gambar).
Penjelasan
Lampu tersebut
dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai
lampu senter, kentang dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik
walaupun sangat lemah. Getah kentang mempengaruhi logam-logam itu secara
kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Oleh karena itu, susunan seperti
ini disebut elemen galvani, karena yang pertama kali mengamati proses ini dalam
eksperimen ialah seorang dokter Itali bernama Galvani.
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERBAGI PENGALAMAN BERHARGA : SELEKSI DUTA RUMAH BELAJAR 2020
Oleh: Willie Anggrian Tabiik pun... Siang itu, hari Jumat, 20 November 2020 pukul 14.33 WIB masuklah pesan berupa file undangan “202019 –...
