Berikut ini saya sampaikan contoh Kumpulan RPP SMA Kurikulum 2013 K13 Revisi Terbaru Lengkap yang bertujuan untuk membantu Guru mata pelajaran dalam mencari referensi pembuatan perangkat pembelajaran dalam hal ini RPP demi memperlancar kegiatan pembelajaran di sekolah.
RPP K13 Revisi Terbaru Mata Pelajaran Kimia SMA:
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.1 dan 4.1
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.2 dan 4.2
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.3 dan 4.3
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.4 dan 4.4
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.5 dan 4.5
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.6 dan 4.6
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.7 dan 4.7
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.8 dan 4.8
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.9 dan 4.9
[Download] RPP Kimia SMA Kelas X KD 3.10 dan 4.10
Atom karbon mempunyai sifat khas yang memungkinkan atom karbon dapat berikatan dengan atom karbon lainnya dan atom H, membentuk senyawa hidrokarbon. Kekhasannya sebagai berikut:
1. Karbon memiliki 4 elektron valensi
Karbon memiliki 4 elektron valensi seperti golongannya, sehingga karbon mampu membentuk 4 ikatan kovalen tunggal. unsur dari golongan lain tidak ada yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak itu kecuali konfigurasinya melenihi oktet.
2. Jari-jari atom relatif kecil
Atom karbon hanya memiliki 2 kulit atom sehingga jari-jarinya relatif kecil. Hal ini menyebabkan sebagai berikut:
a. Ikatan kovalen yang dibentuk karbon relatif kuat.
b. Karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga.
Hidrokarbon adalah senyawa organik yang terbuat tidak lebih dari
karbon dan hidrogen. Hal ini dimungkinkan untuk berikatan dua atau tiga
yang dibentuk antara atom karbon, dan bahkan untuk struktur yang
terbentuk seperti cincin.
Hidrokarbon jenuh memiliki banyak atom hidrogen yang mungkin melekat
pada setiap karbon. Untuk karbon di ujung rantai molekul, tiga dapat
dipasang. Untuk karbon di tengah rantai atau cincin, dua dapat menempel.
Untuk sebuah atom karbon dengan sendirinya, empat atom hidrogen dapat
melekat. Hidrokarbon jenuh hanya memiliki ikatan tunggal antara atom
karbon yang berdekatan. Hidrokarbon tak jenuh memiliki ikatan ganda dan /
atau tiga antara beberapa atom karbon.
Hidrokarbon alifatik
Hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrogen dan karbon yang tidak
mengandung cincin benzena. (Kita akan membahas senyawa dengan cincin
benzena kemudian dalam artikel lain.) Hidrokarbon alifatik cenderung
mudah terbakar. Ada beberapa jenis hidrokarbon alifatik: alkana, alkena,
alkuna dan alkenynes.
Alkana dan Sikloalkana
Alkana bersifat linear atau senyawa bercabang yang terbuat dari
berbagai jumlah atom karbon yang semuanya jenuh dengan atom hidrogen.
Rumus untuk alkana adalah CnH (2n +2). Ini berarti bahwa jumlah atom hidrogen sama dengan dua kali jumlah atom karbon, ditambah 2.
alkana
Metana adalah hidrokarbon yang mungkin paling sederhana. Hal ini
dilepaskan sebagai gas dari tubuh yang membusuk dan dari saluran usus
dari banyak hewan. Rumus kimianya adalah CH4. Sebuah gugus metil, dengan rumus CH3, memiliki satu ikatan bebas untuk bergabung dengan sesuatu yang lain.
Beberapa alkana lainnya merupakan etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10) dan pentana (C5H12). Masing-masing menambahkan satu karbon pada rantai. Perhatikan dalam diagram di bawah masing-masing karbon jenuh.
Sikloalkana adalah jenis alkana yang mengandung cincin karbon (tetapi
bukan sebuah cincin benzen). Molekul-molekul ini masih hanya memiliki
ikatan tunggal, dan dengan demikian jenuh.
Sikloalkana umumnya mirip dengan mereka para alkana, seperti
siklopropana atau siklobutana, tetapi mungkin memiliki titik didih dan
lebur yang lebih tinggi.
Alkena
Alkena seperti alkana, tetapi mereka memiliki setidaknya satu ikatan
rangkap antara atom karbon. Rumus untuk alkena sedikit rumit, karena
jumlah ikatan ganda dapat bervariasi. Alkena dengan hanya satu ikatan
rangkap memiliki rumus CnH (2n). Setiap ikatan
ganda berarti dua hidrogen berkurang dari alkana yang sesuai. Untuk
setiap ikatan rangkap tambahan, kekurangan lebih banyak dua hidrogen.
Alkena sederhana adalah etena, dengan rumus C2H4.
Ketika penamaan alkena, kita harus berhati-hati yang perlu
diperhatikan dimana atom karbon memiliki ikatan ganda. Jika hanya ada
satu ikatan rangkap, kemudian menempatkan jumlah karbon di depan nama.
Sebagai contoh, jika karbon kedua pada pentene memiliki ikatan ganda,
kemudian nama itu 2 pentena. Jika karbon ketiga memiliki ikatan ganda,
beri nama 3 pentena.
Namun, jika ada dua ikatan ganda, itu akan memiliki nama seperti 2,4
pentadiena. Jika ada tiga ikatan ganda dalam oktena (8 atom karbon), itu
akan memiliki nama seperti 1,3,5 oktatriena. Empat ikatan ganda akan
berakhiran ‘-tetraena,’ seperti dalam 1,3,5,7 oktatetraena.
Alkuna
Alkuna memiliki setidaknya satu ikatan rangkap tiga antara atom karbon. Alkenyne memiliki ikatan baik dua dan tiga.
alkuna
Rumus untuk alkuna adalah variabel juga. Sebuah alkuna dengan hanya satu ikatan rangkap tiga memiliki rumus CnH (2n-2).
Setiap tiga ikatan berarti dua hidrogen berkurang dari alkana yang
sesuai. Untuk setiap ikatan rangkap ekstra, berkurang empat hidrogen
lebih banyak. Alkuna mengikuti aturan penamaan mirip dengan alkena.
Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar Gunung Kelud, Gunung Sinabung, Gunung Merapi? Ya itu adalah beberapa gunung api aktif yang ada di negera Indonesia dan beberapa waktu lalu baru saja meletus. Erupsi yang dihasilkan dapat kita buat dengan percobaan sederhana. Untuk membuat simulasi gunung berapi
sebetulnya sangatlah mudah. tidak perlu bahan yang mahal, sulit didapat dan
cara yang rumit. Dalam membuat gunung berapi tiruan diperlukan bahan dan metode
yang mudah dilakukan. bahan-bahan dan langkah kerjanya akan dibahas di bawah
ini.
Alat dan
Bahan :
1.Air panas
2.Soda kue
3.Cuka
4.Sabun cair (shampo/sabun cuci
piring/detergen)
5.Pewarna makanan (kalau bisa warna
merah)
6.Tepung (tanah liat)
7.Botol (Aqua ukuran kecil)
Langkah Kerja
1. Buatlah sebuah gunung yang
berbentuk kerucut dengan menggunakan botol dan adonan tepung (atau tanah liat).
Letakan botol di tengah, kemudian lapisi dengan adonan tepung. Buatlah berbetuk
kerucut seperti gunung. Usahakan ujung botol jangan tertutup oleh adonan.
Karena ujung botol akan dijadikan tempat untuk memasukkan bahan-bahan lainnya.
2. Masukan air panas kedalam botol
hingga setengahnya. Air panas digunakan karena air panas dapat mempercepat
reaksi dari pada air dingin.
3. Tambahkan sedikit sabun cair dan
soda kue kedalam botol. (soda kue = 2 sendok makan penuh )
4. Untuk membuat erupsi, tambahkan
cuka kedalam botol. Agar lebih menarik cuka atau air dapat diberi warna dengan
pewarna makanan.
5. Erupsi terjadi ketika cuka
ditambahkan kedalam botol.(boleh sambil diaduk)
Penjelasan:
Soda kue adalah sodium bikarbonat
dan cuka adalah asam lemah. Campuran kedua bahan kimia ini akan membentuk
karbon dioksida yang berbentuk gas. Karbon dioksida yang dihasilkan berusaha
untuk keluar dari botol. Dengan adanya sabun cair, maka akan terbentuk gelembung-gelembung
kecil. Sehingga erupsi yang terjadi menyerupai lava yang sebenarnya.
Gas karbon dioksida yang dihasilkan
oleh model gunung berapi ini sama dengan proses yang terjadi pada gunung berapi
yang sebenarnya. Semakin banyak karbon dioksida, semakin besar tekanannya,
semakin banyak lava, semakin besar pula erupsinya.
Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendengar "Baterai Buah"? Wah ada-ada aja
nih, masa buah dijadiin baterai dimana-mana enaknya juga dibikin rujak pasti
seger. Believe it or not kita dapat
menyalakan sebuah lampu kecil dengan menggunakan buah. Kalo begitu mari kita
langsung buat saja.
Alat dan bahan
Kentang (disini kita pakai kentang, tapi kalian
menggunakan lemon atau buah lainnya jika tertarik)
Lampu LED (atau lampu bohlam kecil juga bisa)
Kabel
Penjepit buaya
Lempengan tembaga
Lempengan seng
Untuk pengganti tembaga dan seng ini dapat
digunakan isi dalam baterai yang biasanya berwarna hitam (batang karbon)
Cara Kerja
Tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam
kawat mentah.
Jepitkan kabel kepada lempengan tersebut dan
hubungkan dengan lampu.
Lihat nyala lampu yang terjadi.
Jika nyala lampu belum kelihatan, maka tambah
kentang tersebut agar arus listrik yang dihasilkan bertambah besar
(lihat pada gambar).
Penjelasan
Lampu tersebut
dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai
lampu senter, kentang dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik
walaupun sangat lemah. Getah kentang mempengaruhi logam-logam itu secara
kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Oleh karena itu, susunan seperti
ini disebut elemen galvani, karena yang pertama kali mengamati proses ini dalam
eksperimen ialah seorang dokter Itali bernama Galvani.