Showing posts with label gempa bumi. Show all posts
Showing posts with label gempa bumi. Show all posts

Saturday, January 14, 2017

CARA PENANGGULANGAN BENCANA TSUNAMI

Seperti halnya gempa bumi, tsunami merupakan gejala alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Namun demikian, ada cara-cara yang harus dilakukan untuk penanggulangan terhadap bencana tsunami, yang bertujuan untuk mengurangi risiko bahaya tsunami.

a. Sebelum terjadinya tsunami
  1. Mengetahui persis berapa meter ketinggian daerah yang kita tempati dari permukaan laut dan juga mengetahui persis berapa meter jaraknya terhadap pantai. Hal tersebut penting dilakukan agar perlu tidaknya mengungsi (evakuasi) jika sewaktu-waktu bencana tsunami datang.
  2. Mengetahui rute untuk melarikan diri ke tempat yang tinggi, seperti bukit. Hal tersebut diperlukan sebelum adanya peringatan tsunami dari pemerintah.
b. Saat terjadi tsunami
  1. Jika sedang berada di pantai atau laut, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan sampai pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut atau 3 Km dari garis pantai. Usahakan dapat ditempuh ke lokasi yang aman dalam 15 menit.
  2. Ikuti rute evakuasi ke tempat yang telah disediakan oleh pemerintah sebagai tempat yang aman atau menuju posko bencana tsunami.
  3. Jika tidak memungkinkan, cari bangunan bertingkat yang bertulang baja. Gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas, sidikitnya sampai lantai 3.
  4. Jika situasi memungkinkan, gunakan jaket/jas hujan dan pastikan tangan bebas tidak memegang apa pun.
  5. Jangan beranjak dari tempat yang aman karena tsunami merupakan rangkaian gelombang yang dapat muncul sekitar 5 menit - 1 jam kemudian.
  6. Jangan beranggapan karena memiliki risiko minimal terkena dampak tsunami di suatu tempat berarti sama di emua tempat.
c. Setelah terjadi tsunami
  1. Nyalakan dan dengarkan informasi dari radio mengenai penjelasan dari pemerintah ataupun cari tahu mengenai informasi yang dapat dipercaya, seperti press release dari Badan Meteorologi dan Geofisika. 
  2. Periksa keadaan diri Anda dan orang di sekeliling Anda. Jika ada yang terluka, berikan pertolongan pertama yang dapat dilakukan,
  3. Berikan bantuan khusus terhadap orang-orang yang lemah, seperti anak-anak, orang tua, dan wanita.
  4. Jauhi bangunan-bangunan jika air masih menggenang.
  5. Saat ingin memeriksa keadaan rumah atau pun bangunan tertentu, gunakan perlindungan ekstra dan sangat berhati-hati.
  6. Bukakan pintu dan jendela agar rumah atau bangunan cepat kering.
  7. Periksa persediaan makanan. Makanan yang kontak dengan air laut mungkin telah tercemar dan sebaiknya dibuang.
Sumber:
Pujiningsih, Nining dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Arya Duta.

Baca Juga:
Gelombang Tsunami
Ciri-Ciri Gelombang Tsunami
Mekanisme Terjadinya Tsunami
Cara Penanggulangan Gempa Bumi  


PROSES TERJADINYA GELOMBANG TSUNAMI

Gempa bumi seringkali merupakan penyebab utama tsumai, diperkirakan sebanyak 90% tsunami terjadi akibat gempa bumi di bawah laut. Namun demikian, ada juga tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung api di laut, seperti meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda. Longsoran tanah di dasar laut dapat juga menghasilkan tsunami. Jika ukuran meteor atau longsoran ini cukup besar, dapat mengakibatkan mega tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter dan dapat menenggelamkan beberapa pulau.

Gelombang tsunami terjadi saat energi vertikal dari gempa bumi mengguncang dasar laut sampai beberapa meter dan mengakibatkan keseimbangan air yang berada di atasnya terganggu. Gangguan keseimbangan tersebut memicu aliran energi air laut sampai beberapa ratus kilometer kubik air. Gelombang besar tersebut, bergerak ke lautan dan menjauh dari episenter (pusat gempa). Saat memasuki perairan dangkal, kecepatan gelombang tsunami melambat tetapi tinggi gelombangnya bertambah seperti dinding air, yang bersifat merusak dan mengancam kehidupan.

Gelombang tsunami bukan gelombang besar tunggal tetapi merupakan suatu rangkaian gelombang. Gelombang tsunami yang pertama tidak begitu membahayakan karena biasanya bukan yang terbesar. Jika gempa bumi besar terjadi, gelombang tsunami dapat menjangkau pantai dalam beberapa menit walaupun sebelumnya telah ada peringatan akan terjadi tsunami.

Gelombang tsunami dapat terjadi jika:
a. Energi vertikal dari gempa bumi mempunyai gaya yang cukup untuk mengguncang dasar laut sehingga mengalami pergerakan naik turun.
b. Dasar laut yang mengalami pergerakan naik turun mencakup daerah yang lua, sehingga dapat menciptakan aliran energi air yang besar.

Daerah yang memiliki risiko paling tinggi terkena dampak tsunami adalah yang berjarak kurang dari 7 m di atas permukaan laut dan 1,6 Km dari garis pantai. Tenggelam seringkali menjadi penyebab utama kematian karena tsunami. Bahaya yang sering kali menjadi pengiring bencana tsunami, antara lain banjir, pencemaran air minum, kebakaran karena bocornya pipa gas, dan rusaknya infrastruktur umum seperti jalan, jembatan, fasilitas medis, kabel saluran telepon dan listrik terganggu, bangunan-bangunan hancur dan lain-lain.


Sumber:
Pujiningsih, Nining dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Arya Duta.

Sumber Gambar:
http://taganabanten-info.blogspot.co.id/2009/11/mekanisme-tsunami.html

Baca Juga:
Gelombang Tsunami
Ciri-Ciri Gelombang Tsunami
Cara Penanggulangan Bencana Tsunami
Cara Penanggulangan Gempa Bumi 

GELOMBANG TSUNAMI

Gelombang laut adalah gerakan ombak yang bergerak melingkar terutama disebabkan oleh angin. Besar kecilnya gelombang laut dipengaruhi oleh kekuatan hembusan angin. Oleh karena gerak gelombang laut melingkar, air hanya bergerak naik turun. Gelombang tersebut ditahan oleh tepi pantai, sehingga puncak gelombang bergerak lebih cepat untuk menghempas tepi pantai.

Gelombang laut selain disebabkan oleh angin, bisa juga oleh gempa bumi bawah laut, longsor tanah di bawah laut, letusan gunung api, atau hantaman meteor yang jatuh ke laut. Gelombang laut tersebut dinamakan gelombang tsunami, yang berasal dari bahasa Jepang, soo-nah-mee, yang artinya ombak besar di pelabuhan. Gelombang tsunami atau gelombang laut seismik merupakan gelombang air laut tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan, erosi, dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan.

Sumber: Pujiningsih, Nining dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Arya Duta.

Baca Juga:
Ciri-Ciri Gelombang Tsunami
Mekanisme Terjadinya Gelombang Tsunami
Cara Penanggulangan Bencana Tsunami
Cara Penanggulangan Gempa Bumi

Thursday, March 15, 2012

Tips Antisipasi Gempa Bumi: Segitiga Kehidupan


Banyak tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi tetapi untuk tips kali ini saya lebih menekankan mengenai “segitiga kehidupan” saat bangunan runtuh kebawah akan menimpa semua benda dibawahnya, kalau kita berlindung dibawah sesuatu, anggap saja sebuah meja, maka kekuatan benda itu adalah tumpuan kehidupan kita, kalau benda yang menimpa meja tersebut masih mampu ditahan oleh meja itu maka kita akan selamat. Namun apabila meja tersebut tidak kuat menahan maka kita akan hancur remuk dibawahnya, banyak kasus terjadi seperti ini korban meninggal tertimpa reruntuhan.

Apa itu yang disebut “segitiga kehidupan” ? Segitiga kehidupan itu hanyalah sebuah istilah sebagai tempat darurat yang paling aman untuk kita berlindung saat terjadi gempa bumi, ini berdasarkan fakta-fakta, pengalaman dan analisa dari beberapa orang yang berhasil selamat dari gempa bumi. Memang rumah/bangunan tahan gempa bisa menyelamatkan orang didalamnya namun apabila kekuatan gempa diatas kemampuan rumah/bangunan anti gempa tersebut cara yang paling strategis adalah mencari segitiga kehidupan terdekat.

Dimana posisi segitiga kehidupan ini? Ada banyak, salah satunya adalah di sisi sebuah benda besar, di pertigaan tembok rumah/bangunan dan lainnya.
Seperti kita ketahui segitiga atau sudut rumah/bangunan kita adalah berisi sebuah tiang/besi yang cukup kuat untuk menahan patahan horizontal, tempat ini sangat strategis untuk berlindung dari runtuhan dinding atau atap. Selain itu segitiga kehidupan bisa kita temui di sisi sebelah obyek, bukan pada bawah obyek. Pada gambar diatas saya gambarkan sisi sebuah lemari yang merupakan tempat strategis untuk berlindung dari runtuhan atap bangunan.
Segitiga kehidupan tidak menjamin kita akan selamat, namun disaat gempa terjadi posisi segitiga kehidupan dapat menyelamatkan nyawa kita walaupun menyisakan sebuah ruang kosong yang cukup sempit, dengan adanya segitiga kehidupan ini kemungkinan perbandingan kita untuk bertahan hidup adalah 70% banding 30%.
Berikut ini adalah 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi Gempa Bumi oleh Doug Copp :
  1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
  2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
  3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
  5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
  6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!
  7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
  9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
  10. Doug menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Artikel Lainnya:
Jenis-jenis Gempa Bumi.
Pengukuran Gempa Bumi.

BERBAGI PENGALAMAN BERHARGA : SELEKSI DUTA RUMAH BELAJAR 2020

 Oleh: Willie Anggrian Tabiik pun... Siang itu, hari Jumat, 20 November 2020 pukul 14.33 WIB masuklah pesan berupa file undangan “202019 –...