Thursday, March 15, 2012

Pengukuran Gempa Bumi

Untuk mengetahui besarnya kekuatan (magnetudo) gempa, digunakan alat yang disebut sesimometer. Seismometer yang dapat  mencatat gempa disebut seismograf. Oleh karena terdapat dua jenis getaran gempa, maka ada dua jenis seismograf, yaitu sesimograf vertikal dan sesimograf horizontal. Hasil pencatatan gempa oleh seismograf disebut seismogram.

Pencatatan gempa dilakukan di banyak tempat (minimal 3 stasiun pencatat gempa) agar pusat gempa dan episentrumnya bisa diketahui secara tepat. Pada seismogram, gelombang primer tercatat pada fase pertama dan gelombang sekunder tercatat pada fase kedua. Selisih waktu pencatatan gelombang primer dan gelombang sekunder dijadikan dasar dasar untuk menghitung jarak pusat gempa (episentrum).

Untuk menghitung jarak stasiun ke episentrum dapat menggunakan Rumus Laska sebagai berikut.
D = [(S-P)-1] x 1 megameter
Keterangan:
D = Jarak episentrum (km)
S = Saat gelombang sekunder tercatat pertama kali dalam seismograf (menit)
P = Saat gelombang primer tercatat pertama kali dalam seismograf (menit)
          1 megameter = 1.000 Km.
 
Skala Gempa
Untuk mengetahui berapa besar ukuran gempa bumi digunakan skala. Skala yang digunakan untuk pengukuran gempa bumi di antaranya skala Omori, skala Derossifonel, skala Cancani, skala Mercalli, dan skala Richter. Skala-skala tersebut mengukur gempa berdasarkan derajat kerusakan yang diakibatkan, kecuali skala Richter yang mengukur kekuatan gempa berdasarkan magnetudonya.

Di bawah ini merupakan skala Mercalli atau Moment magnitude yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
a. Jika derajatnya I, getarannya tidak dirasakan, kecuali dalam keadaan luar biasa dirasakan oleh beberapa orang.
b. Jika derajatnya II, getaran dirasakan oleh beberapa orang yang diam, lebih-lebih di rumah tingkat atas,benda-benda yang digantung terlihat bergoyang.
c. Jika derajatnya III, getaran dirasakan nyata dalam rumah, kendaraan sedang berhenti terasa bergerak seakan-akan ada truk lewat.
d. Jika derajatnya IV, jika terjadinya siang hari banyak orang di dalam rumah dan sedikit orang di luar rumah merasakan getaran. Jika malam hari, beberapa orang dapat terbangun, barang pecah belah dan pintu berderak, kendaraan yang diparkir bergerak.
e. Jika derajatnya V, getaran dirasakan oleh hampir semua orang-orang yang tidurpun terbangun, barang-barang pecah belah terpelanting, tiang dan pohon tampak bergoyang kuat, jarum jam dapat berhenti.
f. Jika derajatnya VI, kebanyakan orang panik dan lari keluar bangunan/rumah karena semua orang merasakan getaran kuat, meja kursi bergerak.
g. Jika derajatnya VII, semua orang keluar rumah, kerusakan ringan sampai sedang pada bangunan yang kuat getarannya terasa oleh orang yang sedang naik kendaraan.
h. Jika derajatnya VIII, kerusakan pada bangunan kuat dengan lubangdan retakan dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap dan monumen roboh, serta meja kursi terlempar.
i. Jika derajatnya IX, kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka rumah bengkok-bengkok, lokasi rumah bergeser, serta pipa dalam tanah putus.
j. Jika derajatnya X, bangunan kuat dari kayu rusak, tanah retak, rel KA melengkung, tebing dan tepian sungai longsor serta terjadi banjir.
k.Jika derajatnya XI, bangunan hanya sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
l. Jika derajatnya XII, permukaan bumi hancur sama sekali dan tampak bergelombang, pemandangan kabur,serta benda-benda terlempar ke udara.

Di bawah ini adalah Skala Omori
a. Skala I: Getaran lunak, tidak dirasakan oleh semua orang.
b. Skala II: Getaran sedang, banyak orang terbangun karena bunyi barang-barang yang pecah dan bunyi jendela atau pintu berderit karena bergoyang.
c. Skala III: Getaran agak kuat, pintu dan jendela terbuka.
d. Skala IV: Getaran kuat, gambar di dinding berjatuhan dan dinding retak-retak.
e. Skala V: Getaran sangat kuat, dinding dan atap runtuh.
f. Skala VI: Rumah-rumah banyak yang roboh.
g. Skala VII: Terjadi Kerusakan Umum.

Berikut ini adalah Skala Cancani
Skala I: Percepatan 0-2,5 mm/detik
Skala II: Percepatan 2,5-5,0 mm/detik
Skala III: Percepatan 5,0-10 mm/detik
Skala VI: Percepatan 10-25 mm/detik
Skala V: Percepatan 25-50 mm/detik
Skala VI: Percepatan 50-100 mm/detik
Skala VII: Percepatan 100-250 mm/detik
Skala VIII: Percepatan 250-500 mm/detik
Skala IX: Percepatan 500-1.000 mm/detik
Skala X: Percepatan 1.000-2.500 mm/detik
Skala XI: Percepatan 2.500-5.000 mm/detik
Skala XII: Percepatan 5.000-10.000 mm/detik

Berikut ini adalah Skala Richter
Magnetudo 0-3, goncangan kecil
Magnetudo 3-4, gempa lemah
Magnetudo 4-5, gempa kuat
Magnetudo 5-6, gempa merusak
Magnetudo 7-8, gempa sangat merusak
Magnetudo 8-lebih, gempa besar (Bencana Nasional)

Artikel Lain:
Jenis-jenis gempa bumi.
Cara penanggulangan gempa bumi.
Tips antisipasi gempa bumi (segitiga kehidupan).

No comments:

Post a Comment