Saturday, January 14, 2017

PROSES TERJADINYA GELOMBANG TSUNAMI

Gempa bumi seringkali merupakan penyebab utama tsumai, diperkirakan sebanyak 90% tsunami terjadi akibat gempa bumi di bawah laut. Namun demikian, ada juga tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung api di laut, seperti meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda. Longsoran tanah di dasar laut dapat juga menghasilkan tsunami. Jika ukuran meteor atau longsoran ini cukup besar, dapat mengakibatkan mega tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter dan dapat menenggelamkan beberapa pulau.

Gelombang tsunami terjadi saat energi vertikal dari gempa bumi mengguncang dasar laut sampai beberapa meter dan mengakibatkan keseimbangan air yang berada di atasnya terganggu. Gangguan keseimbangan tersebut memicu aliran energi air laut sampai beberapa ratus kilometer kubik air. Gelombang besar tersebut, bergerak ke lautan dan menjauh dari episenter (pusat gempa). Saat memasuki perairan dangkal, kecepatan gelombang tsunami melambat tetapi tinggi gelombangnya bertambah seperti dinding air, yang bersifat merusak dan mengancam kehidupan.

Gelombang tsunami bukan gelombang besar tunggal tetapi merupakan suatu rangkaian gelombang. Gelombang tsunami yang pertama tidak begitu membahayakan karena biasanya bukan yang terbesar. Jika gempa bumi besar terjadi, gelombang tsunami dapat menjangkau pantai dalam beberapa menit walaupun sebelumnya telah ada peringatan akan terjadi tsunami.

Gelombang tsunami dapat terjadi jika:
a. Energi vertikal dari gempa bumi mempunyai gaya yang cukup untuk mengguncang dasar laut sehingga mengalami pergerakan naik turun.
b. Dasar laut yang mengalami pergerakan naik turun mencakup daerah yang lua, sehingga dapat menciptakan aliran energi air yang besar.

Daerah yang memiliki risiko paling tinggi terkena dampak tsunami adalah yang berjarak kurang dari 7 m di atas permukaan laut dan 1,6 Km dari garis pantai. Tenggelam seringkali menjadi penyebab utama kematian karena tsunami. Bahaya yang sering kali menjadi pengiring bencana tsunami, antara lain banjir, pencemaran air minum, kebakaran karena bocornya pipa gas, dan rusaknya infrastruktur umum seperti jalan, jembatan, fasilitas medis, kabel saluran telepon dan listrik terganggu, bangunan-bangunan hancur dan lain-lain.


Sumber:
Pujiningsih, Nining dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Arya Duta.

Sumber Gambar:
http://taganabanten-info.blogspot.co.id/2009/11/mekanisme-tsunami.html

Baca Juga:
Gelombang Tsunami
Ciri-Ciri Gelombang Tsunami
Cara Penanggulangan Bencana Tsunami
Cara Penanggulangan Gempa Bumi 

No comments:

Post a Comment