Friday, July 27, 2012

Judul Skripsi: Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Minat Baca Siswa dengan Hasil Belajar Fisika


ABSTRAK


Kartika Sari, Lisa. 2011. Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Minat Baca Siswa dengan Hasil Belajar Fisika Kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro. Pembimbing; (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Drs. Purwiro Harjati, M.Pd.

Kata kunci: Motivasi belajar, minat baca, hasil belajar fisika siswa

Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses untuk membantu dalam pengembangan dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan kreatif tanpa kehilangan identitas diri. Untuk menjadikan anak didik sebagai pelajar yang berprestasi baik, memang tidak mudah banyak syarat yang harus dipenuhi.
Motivasi tinggi dianggap akan menimbulkan minat siswa atau merangsang siswa dalam mempelajari dan menguasai pelajaran fisika. Yang dalam hal ini harus diawali dengan membaca buku tentang ilmu fisika, apabila buku-buku bacaan tersedia lengkap maka minat siswa untuk mempelajari dan menguasai pelajaran fisika pun meningkat.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar fisika, (2) Untuk mengetahui hubungan antara minat baca dengan hasil belajar fisika, dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan minat baca dengan hasil belajar fisika siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 7 Metro tahun pelajaran 2010/2011.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 7 Metro tahun pelajaran 2010/2011 sebanyak 35 siswa. Data motivasi belajar dan minat baca adalah data primer sedangkan data hasil belajar siswa adalah data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode angket untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar dan minat baca siswa dan metode dokumentasi untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa.
        Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan yang berarti antara motivasi belajar dengan hasil belajar fisika. Hal ini terlihat pada taraf signifikansi α = 5% didapatkan thit > tdaf dengan nilai koefisien korelasi ry1.2 = 0,3863 dan nilai koefisien determinasi parsial r2y1.2 = 0,1492, (2) Ada hubungan yang berarti antara minat baca siswa dengan hasil belajar fisika. Hal ini terlihat pada taraf signifikansi α = 5% didapatkan thit >tdaf dengan nilai koefisien korelasi ry2.1 = 0,5499 dan nilai koefisien determinan parsial sebesar r2y2.1 = 0,3024, (3) Ada hubungan yang berarti antara motivasi belajar dan minat baca siswa dengan hasil belajar fisika. Hal ini terlihat pada taraf signifikansi α = 5% didapatkan fhit­ > fdaf artinya nilai koefisien korelasi R = 0,6119 dan nilai koefisien determinan sebesar R2 = 0,3745 artinya kontribusi motivasi belajar dan minat baca siswa secara bersama-sama sebesar 37,45% dalam meningkatkan hasil belajar fisika.

Thursday, July 26, 2012

Judul Skripsi: Analisis Pembelajaran Fisika Berdasarkan Standar Proses




ABSTRAK


Anggrian, Willie. 2011. Analisis Pembelajaran Fisika Berdasarkan Standar Proses di SMP Negeri 2 Gunung Sugih Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro. Pembimbing; (1) Drs. Purwiro Harjati, M.Pd. (2) Dr. Nyoto Suseno, M.Si.

Kata kunci: Pembelajaran Fisika, Standar Proses

Rendahnya hasil pembelajaran siswa tidak terlepas dari lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan guru. Proses pembelajaran yang terjadi di kelas dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan selera guru. Kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran tidak merata sesuai dengan latar belakang pendidikan guru serta motivasi dan kecintaan mereka terhadap profesinya. Dalam rangka inilah standar proses pendidikan dikembangkan. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dapat mengembangkan proses pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu yang ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyusunan perencanaan pembelajaran, pemenuhan persyaratan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian dalam pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran fisika di kelas VII SMP Negeri 2 Gunung Sugih apakah sesuai dengan standar proses dalam Permendiknas No 41 Tahun 2007. Fokus pada penelitian ini adalah pembelajaran fisika berdasarkan standar proses yang mencakup empat aspek yaitu perencanaan pembelajaran, persyaratan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik triangulasi digunakan untuk pengecekan keabsahan data agar dapat dipertanggungjawabkan dari berbagai segi. Triangulasi data dilakukan terhadap data yang diperoleh dari tiga metode yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Triangulasi juga dilakukan melalui 3 (tiga) sumber yang berbeda dalam wawancara yaitu dengan mengkonfrontasikan hasil wawancara terhadap guru, siswa, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika di SMP Negeri 2 Gunung Sugih belum seluruhnya sesuai dengan standar proses dalam Permendiknas No 41 Tahun 2007. Aspek yang telah sesuai adalah persyaratan pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan untuk persyaratan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran belum sesuai dengan standar proses. 

Wednesday, July 25, 2012

18 Nilai Karakter Bangsa


Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.

18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.