Monday, July 4, 2011

PERBAIKAN TAKSONOMI BLOOM


Bloom memimpin pengembangan ranah kognitif yang menghasilkan enam tingkatan kognitif. Tingkatan paling sederhana adalah pengetahuan, berikutnya pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian yang lebih bersifat kompleks dan abstrak. Sedangkan ranah afektif yang berdasarkan penghayatan dipimpin oleh David R. Krathwohl, ranah psikomotorik yang berhubungan dengan gerakan refleks sederhana ke gerakan syaraf dipimpin oleh Anita Harrow.
Ketiga ranah dalam taksonomi Bloom ini bersifat linier, sehingga seringkali menimbulkan kesukaran bagi guru dalam menempatkan konten (isi) pembelajaran. Akhirnya tahun 1990 seorang murid Benjamin Bloom yang bernama Lorin W. Anderson melakukan penelitian dan mengasilkan perbaikan terhadap taksonomi Bloom. Perbaikan yang dilakukan adalah mengubah taksonomi Bloom dari kata benda (noun) menjadi kata kerja (verb). Ini penting dilakukan karena taksonomi Bloom sesungguhnya adalah penggambaran proses berfikir. Selain itu juga dilakukan pergeseran urutan taksonomi yang menggambarkan dari proses berfikir tingkat rendah (low order thinking) ke proses berfikir tingkat tinggi (high order thinking). Urutan perubahan taksonomi ini sebagai berikut:

Taksonomi Bloom Perbaikan Taksonomi Bloom
Pengetahuan Mengingat
Pemahaman Memahami
Penerapan Menerapkan
Analisis Menganalisis
Sintesis Menilai
Penilaian Menciptakan


Selama masih menggunakan kata benda, orientasi pembelajaran adalah pada produk, padahal belajar adalah sebuah proses. Pengetahuan merupakan hasil berpikir bukan proses berfikir, sehingga diperbaiki menjadi mengingat yang menunjukkan proses paling rendah. Sedangkan menciptakan merupakan proses berfikir tingkat paling tinggi. Ini sangat logis, karena orang baru bisa mencipta bila telah mampu menilai adanya kelebihan dan kekurangan pada sesuatu dari berbagai pertimbangan dan pemikiran kritis.
Pada tahun 2001, Anderson bekerja sama dengan Krathwohl (yang dulu mengembangkan ranah afektif) menelaah taksonomi ini agar lebih terkait dengan pembelajaran modern. Hasilnya, mereka menggabungkan dimensi kognitif dengan dimensi pengetahuan (substansi). Ternyata perluasan taksonomi ini sangat membantu pengembangan kurikulum serta guru untuk menulis kompetensi, tujuan pembelajaran dan strategi penilaian. Perbaikan Taksonomi Bloom oleh Anderson dan Krathwohl yang memadukan proses berfikir dengan dimensi pengetahuan digambarkan dalam tabel berikut ini:

Dimensi Proses berfikir
Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Menilai Mencipta
Dimensi Pengetahuan Faktual
Konseptual
Prosedural O
Meta-kognisi

Pengetahuan faktual merupakan elemen dasar yang digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu agar mudah dipemahaman, dan terorganisasi secara sistematis. Pengetahuan faktual terdiri atas pengetahuan terminologi dan elemen dengan informasi khusus, misalnya notasi, lambang, tempat kejadian, nama penemu dll. Pengetahuan konseptual merupakan interelasi diantara elemen-elemen dasar yang terstruktur dan memungkinkan terbentuk fungsi bersama. Pengetahuan konseptual terdiri dari pengetahuan klasifikasi dan kategori; pengetahuan prinsip dan generalisasi; pengetahuan teori, model dan struktur. Pengetahuan prosedural adalah prosedur yang cocok dalam mengerjakan sesuatu, kriteria dalam penggunaan keterampilan, algoritma, teknik dan metode. Pengetahuan meta kognitif yaitu pengetahuan strategi dan kesadaran tentang cara berpikir pada diri sendiri dalam melakukan sesuatu.

No comments:

Post a Comment