Showing posts with label kwh meter. Show all posts
Showing posts with label kwh meter. Show all posts

Tuesday, October 25, 2011

Kesalahan dalam Penggunaan Satuan Watt

Anda perlu tahu, satuan watt yang dipakai untuk mengukur energi listrik membohongi publik! Satuan pemakaian daya listrik menggunakan watt yang telah dikenal masyarakat lebih dari 100 tahun, sudah saatnya ditinggalkan dan digantikan dengan satuan joule yang dihitung dari konsumsi energi. Bukan saja hitungan watt acapkali membingungkan, tetapi satuan ini ternyata sudah membohongi publik.

Ketua Jurusan Mekatronika, Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Mikael, Krishasmoromurti seperti ditulis di harian Kedaulatan Rakyat, Jumat (2/10/2009) kemarin menyebutkan, satuan watt tidak pernah memiliki hitungan pemakaian daya ‘per’, seperti liter air per hari, liter bensin per kilometer dan sebagainya. Padahal, dalam penggunaan energi, sebenarnya watt dapat didefinisikan sebagai satu joule per detik, dan ini tidak pernah dipahami, bahkan kalangan insinyur listrik sekalipun.

Memberi gambaran sederhana saat seminar Renewable Energy di kampus ATMI Internasional, Rabu (30/9), Murti menyebutkan, ketika orang dihadapkan pilihan dua kulkas masing-masing disebutkan konsumsi daya listrik 70 watt dan 100 watt, orang akan memilih kulkas dengan daya 70 watt dengan dalih lebih hemat listrik. Padahal, jika dihitung dengan satuan joule bisa saja pemakaian daya listrik kulkas yang disebutkan berdaya 70 watt lebih boros penggunaan energi ketimbang kulkas 100 watt.

Itu bisa terjadi, karena kulkas berdaya 100 watt mempunyai kompresor yang lebih efisien dan hanya perlu bekerja 1.000 detik per jam, sedangkan kulkas berdaya 70 watt menggunakan kompresor yang bekerja 3.000 detik per jam.

“Keterangan konsumsi energi tersebut tidak pernah disebutkan dalam spesifikasi produk peralatan elektronik, sehingga konsumen sebenarnya telah ditipu, karena keterangan daya bukanlah keterangan konsumsi energi,” ungkapnya.

Alat Ukur

Dalam kaitan itu pula, ATMI saat ini tengah mengembangkan alat ukur konsumsi energi dengan menggunakan satuan joule, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara persis seberapa besar sebenarnya konsumsi energi yang digunakan. Hitungan konsumsi energi dengan satuan yang lebih tepat, menurutnya sangat diperlukan, karena terkait dengan krisis energi yang mau tidak mau harus diikuti dengan penciptaan energi terbarukan.

Demikian halnya Agustinus Joko Istaji dari Pusat Studi Energi Universitas Atmajaya Yogyakarta, mengatakan, efisiensi dan konservasi energi saat ini sudah menjadi tuntutan mutlak. Banyak orang memahami gerakan hemat energi pada porsi tidak pas. Bahkan tak jarang orang berpandangan, penghematan penggunaan listrik 50 watt per rumah misalnya, dianggap tak berarti apapun. Padahal, jika hal itu diakumulasikan pada seluruh pengguna listrik, nilai penghematan yang diperoleh mencapai miliaran rupiah.

Karenanya dia menilai, persoalan energi ini tidak sederhana, sebab menyangkut banyak hal, termasuk perilaku masyarakat. Belum lagi jika bersentuhan dengan regulasi yang hingga kini tidak pernah jelas.

Sistem Kerja Listrik Prabayar

Kalau Anda terbiasa dimudahkan dengan layanan prabayar untuk telepon genggam, seperti itu pula yang akan Anda rasakan dengan layanan listrik prabayar.


Layanan Listrik Pra Bayar merupakan bentuk pelayanan PLN dalam menjual energi listrik dengan cara pelanggan membayar dimuka. Mudahnya, sebelum menggunakan listrik dari PLN, pelanggan terlebih dahulu membeli sejumlah nominal energi listrik, sesuai yang dibutuhkan.
Dengan cara ini, kendali penggunaan listrik sepenuhnya ada pada diri pelanggan. Kekhawatiran tagihan listrik membengkak tak perlu lagi lagi terjadi. Baik yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkontrol maupun terjadinya kesalahan baca meter. Dengan membeli listrik di awal, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tak perlu lagi terjadi.
Bila dibandingkan dengan penggunaan layanan pasca bayar selama ini, pelanggan relatif tak leluasa untuk mengetahui berapa besar energy listrik yang telah dikonsumsi. Pelanggan baru bisa mengetahuinya setelah waktu pembayaran atau bahkan saat akan membayar di loket PLN. Maka, tak heran jika kadang pelanggan dibuat kaget oleh tagihan yang melambung tinggi. Yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkendali.
Dengan layanan listrik prabayar, pelanggan bukan saja bisa mengetahui sudah berapa banyak energi listrik yang dikonsumsi, namun juga dapat melihat berapa energi listrik yang masih tersisa untuk dapat digunakan.
Mengingat uniknya sifat layanan listrik prabayar ini, maka diperlukan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik pasca bayar. Alat khusus ini dinamakan kWh Meter (meteran listrik) Pra Bayar, atau lebih dikenal sebagai Meter prabayar.
Setiap pelanggan prabayar akan dilengkapi dengan meter prabayar ini beserta 1 Kartu Prabayar. Meter tersebut yang akan mencatat penggunaan listrik anda. Sedang, kartu prabayar selain sebagai nomor identitas pelanggan prabayar juga berfungsi sebagai alat transaksi pembelian energi listrik. Kartu prabayar tersebut dipakai oleh pelanggan selama masih berlangganan listrik PLN.
Jadi, saat membeli energi listrik (isi ulang), pelanggan harus menunjukkan dan memberikan kartu prabayar kepada petugas PLN untuk dilakukan pengisian energi listrik. Tanpa kartu prabayar, pengisian ulang tidak dapat dilakukan.
Tarif  Sesuai TDL
Tarip listrik Prabayar sesuai dengan Tarip Dasar Listrik (TDL Tahun 2004), yakni Tarip Multiguna untuk pelanggan Reklame, Billboard, pedagang Kaki-Lima dsb sebesar Rp 1.380/ kWh. Bila dibandingkan dengan tarip reguler, maka listrik prabayar boleh dikatakan lebih murah. Karena pelanggan tidak perlu lagi membayar Uang Jaminan Langganan (UJL), sementara harga per kWh-nya tetap (flat). Dengan listrik prabayar, keuntungan ganda diperoleh pelanggan, disamping dapat mengkontrol pemakaian listrik sesuai kemampuan biaya, juga tidak dikenakan UJL.
Sistem Prabayar merupakan bentuk paling efisien pembayaran listrik. Karena pelanggan hanya dibebankan membeli sejumlah kredit (isi ulang) untuk kemudian dipergunakan sampai kWh listrik tersebut habis. Hal ini sama seperti penggunaan isi ulang telepon selular yang biasa kita gunakan.
Setiap pembelian isi ulang prabayar terdiri dari unsur:
*
o Energi Listrik (kWh), Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Meterai
o Pilihan besaran isi ulang bebas, dengan nilai minimum Rp 50.000,- s/d Rp. 5.000.000,-
o Tidak ada Biaya Beban
Menggunakan listrik prabayar, murah dan nyaman kan?

Sumber: http://www.plnjateng.co.id/?p=265

BERBAGI PENGALAMAN BERHARGA : SELEKSI DUTA RUMAH BELAJAR 2020

 Oleh: Willie Anggrian Tabiik pun... Siang itu, hari Jumat, 20 November 2020 pukul 14.33 WIB masuklah pesan berupa file undangan “202019 –...