Showing posts with label 2012. Show all posts
Showing posts with label 2012. Show all posts

Thursday, May 10, 2012

JADWAL DAN KEWAJIBAN PESERTA PLPG 2012 RAYON 107 UNILA


JADWAL DAN KEWAJIBAN PESERTA PLPG 2012 RAYON 107 UNILA

A. Jadwal Pelaksanaan PLPG Tahun 2012 :

Tahap ke-1 (11 Mei – 20 Mei 2012)
Tahap ke-2 (23 Mei – 1 Juni 2012)
Tahap ke-3 (4 Juni – 13 Juni 2012)
Tahap ke-4 (15 Juni – 24 Juni 2012)
Tahap ke-5 (27 Juni – 6 Juli 2012)
Tahap ke-6 (9 Juli – 18 Juli 2012)
Tahap ke-7 (23 Juli – 1 Agustus 2012)
Tahap ke-8 (3 Agustus – 12 Agustus 2012)
Kelas sudah dibagi berdasarkan skor Ujian Kompetensi Awal (UKA), tidak ada mutasi kelas.
Guru Bidang Studi yang tidak ada di jadwal Rayon 107 Universitas Lampung, silahkan menghubungi LPMP Provinsi Lampung.

B. Kewajiban Peserta PLPG 2012 :
1.      Check-in di lokasi pada waktu yang sudah ditetapkan.
2.      Menyiapkan dan membawa ke lokasi pelatihan:
kurikulum,
buku pelajaran
buku referensi
contoh RPP, dan
laptop.
3.      Menyerahkan kepada panitia, melalui Penanggung Jawab Kelas (PJK):
fotokopi Ijazah S-1 atau D-IV, serta Ijazah S-2 dan atau S-3 (bagi yang memiliki) yang disahkan oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan, fotokopi SK pengangkatan dan SK terakhir yang disahkan oleh pejabat terkait, dan fotokopi SK mengajar (pembagian tugas semester) dari Kepala Sekolah yang disahkan oleh atasan.
4.      Mengikuti pengarahan mengenai pelaksanaan PLPG oleh PJK.
5.      Mengikuti sesi Pendalaman Materi.
6.      Mengikuti sesi PAIKEM, Media, dan Asesmen.
7.      Mengikuti sesi PTK dan KTI.
8.      Mengikuti workshop pengembangan Proposal PTK.
9.      Merancang proposal PTK.
10.  Mengikuti workshop pengembangan Silabus dan RPP.
11.  Mengembangkan Silabus dan RPP.
12.  Mengikuti workshop pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran.
13.  Mengembangkan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran.
14.  Mengikuti workshop pengembangan LKS dan Perangkat Penilaian Pembelajaran.
15.  Mengembangkan LKS dan Perangkat Penilaian Pembelajaran.
16.  Melaksanakan peer-teaching dalam dua putaran, dengan menggunakan RPP, Bahan Ajar, Media Pembelajaran, LKS, dan Perangkat Penilaian Pembelajaran yang dikembangkan dalam workshop.
17.  Melakukan Penilaian Sejawat.
18.  Mengikuti Ujian Praktik (Peer-Teaching putaran pertama dan kedua).
19.  Menyerahkan kepada Panitia, melalui PJK:
Proposal PTK yang dikembangkan dalam workshop.
Silabus, RPP, Bahan Ajar, Media Pembelajaran, LKS, dan Perangkat Penilaian Pembelajaran yang dikembangkan dalam workshop.
20.  Mengikuti Ujian Tulis.
21.  Mengikuti Ujian Ulang, jika dinyatakan TIDAK LULUS.
Catatan :
*) Guru Konseling dan Pengawas Menyesuaikan

Untuk mendapatkan bahan ajar PLPG silahkan kunjungi website Sergur.kemdiknas.go.id

Artikel Lainnya:
Pengumuman Peserta Sertifikasi PLPG Lampung

Monday, June 13, 2011

KEHANCURAN SEMESTA DI 2012 ?




Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan banyak ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah diterbitkan.

Observasi astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.


Menurut Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.

Pada tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.

Saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku penciptaan bintang masa depan.

Untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.

Bangsa Maya yakin, sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.



Memaknai ramalan

Ada yang menginterpretasikan 21/12/2012 sebagai ”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif.

Pakar psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat waktunya melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan penderitaan, tetapi juga harapan dan janji.

”Selalu terjadi kontraksi,” ujar Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat penghancuran lingkungan dan perusakan atmosfer Bumi—dampak kebencian dan keserakahan manusia—serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan nonmanusia.

Dalam antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities (2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani ilmu pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa diri kita di tengah Semesta Raya.

Ahli fisika biologi dan ahli kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, peneliti Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran manusia.

Robert K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet Bumi.”

Tahun 2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak menjamin keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago.

”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan dimanipulasi pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci kehidupan modern.”

Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,” ujarnya.

BERBAGI PENGALAMAN BERHARGA : SELEKSI DUTA RUMAH BELAJAR 2020

 Oleh: Willie Anggrian Tabiik pun... Siang itu, hari Jumat, 20 November 2020 pukul 14.33 WIB masuklah pesan berupa file undangan “202019 –...